Minggu, 07 Agustus 2016

Jam di lokerku sudah menunjukan pukul 8:00 Wib. Tapi Aku masih saja asik terlelap dalam mimpi indah. Sangat berat rasanya untuk membuka mata dan memulai aktifitas hari ini, hingga akhirnya mimpiku harus terusik dengan suara music yang sengaja di hidupkan kencang oleh ibuku. “Nalayaaaa…!!” teriak ibuku dengan nada yang Aku tau pasti Ia kesal melihatku masih terbujur di sarang hangat tempatku tidur. “Bangunlah, matahari sudah terlalu tinggi mengejekmu…!!!” Lanjut ibuku makin kesal. Namun tidak juga Aku hiraukan omrlan ibuku yang semakin menjadi-jadi.. aku tak ingin hari liburku terganggu dan Aku tutup saja telingaku dengan dengan kedua tanganku dan berharap Aku masih bisa melanjutkan sisa mimpiku yang tertunda.

Kedewasaan itu terlahir dari ujian dan perjalanan hidup. Kini Cinta telah lulus dari SMA dan Ia lanjutkan perjuangannya sebagai mahasiswa. Satu unit sepeda motor di berikan Orang tuanya sebagai pelengkap perjalanan Cinta untuk meraih mimpinya. Tak heran jika saran dan pendapat bahkan mingkin Aku anggap itu Ujian dari orang-orang di sekitarku, mereka katakana Cinta akan berubah dengan semua itu. Apalagi dengan status sosialku yang samoai saat ini masih belum jelas apa jadinya Aku nanti. Ya mungkin kesalahanku terlalu percaya pada keyakinan hatiku hingga semua yang mereka katakana hanya menjadi obrolan kosong tanpa makna.

Ketika kebodohan itu berjalan begitu saja, aku dapatkan kesempatan untuk menggapai mimpiku dalam kesenanganku akan kegilaan dan tantangan. Keluarga besarku mendukungku untuk mengikuti seleksi calon bintara. Entah setan mana yang  merasuk kedalam sifatku hingga aku sangat membanggakan hal itu. Padalhal aku belum tentu lulus dalam seleksi itu. Aku hanya ungun terlihat hebat di hadapan Cinta. Bahkan mungkin jika hatiku bisa bicara maka ia akan berkata. Semua itu aku lakukan demi cinta, bukan lagi demi cita-cita ataupun masa depanku. Niat dan keyakinan yang aku sadar sebenarnya salah.

Udara di sore itu dingin menusuk dengan gerimis sinis yang mengubah dunia menjadi sangat kelabu. Aku hadapkan tubuhku di depan kaca di kamarku, parfum yang sangat Cinta suka Aku semprotkan beberapa kali ke seluruh tubuhku, ketika adzan magrib selesai berkumandang maka segera Aku bergegas kerumah cinta  karena malam itu adalah malam terakhirku bertemu dengan Cinta sebelum kakiku melangkah mengejar mimpi. Ayahku sendiri masih sedang shalat saat aku pergi. Entahlah mengapa akhir-akhir ini aku sangat jaranng mengungat Tuhanku. Munkin saja setan dalam hatiku selalu berbisik Cinta adalah segalanya bagiku dan dia yang membuatku sangat hebat. Hingga angin malam membawaku melesat cepat sampai kerumah Cinta.

Seperti malam-malam biasa saat Aku ada disana, sejenak Aku luangkan waktuku untuk sebentar berbasa-basi kepada mama dan keluarga Cinta sebelum akhirnya berpindah keruangan depan untuk menikmati malam bersama Cinta. Entah mengapa suasana malam itu terasa sedikit berbeda dari malam-malam sebelumnya yang hanya seperti itu-itu saja. Aku dating, duduk, kemudian mengekspresikan kebohongan, canda, tawa dan rayuan terkadang hanya dengan menggenggam tangan dan menatap tajam mata indahnya. Sesuatu yang sebenarnya sangat membosankan dan menjenuhkan. Munkin karena malam itu adalah malam perpisahan hingga suasana malam terasa sedikit istimewa.

Bualan besar dan canda seperti biasa yang Aku dan cinta lakukan sedikit berkurang di malam itu. Semangat dan motivasi tak henti cinta beri untuk inspurasiku meraih mimpi. “Mas harus bisa jaga kesehatan di sana, jangan Nakal, inget juga ada yang nungguin keberhasilan Mas disini..!!” sayu terdengar suara cinta da;am pilu. “iya bawel, MAs tau harus gimana kok…!!” jawabku sekenanya. Namun sejenak nafasku tersengal dengan kata-kata perpisahan itu. Air mata yang tertahan membuat semakin berat kata-kata yang keluar, semua itu membawa suasana jauh hingga akhirnya tiba waktuku harus mengakhiri malam itu dengan kesedihan. Dan saat Aku berdiri cinta menahan lembut tanganku dan berkata. “ Tunggu sebentar mas.. ada yang mau Cinta kasih ke Mas…!!!, tunggu disini dulu Cinta ambil kekamar dulu suatu yang bakal buat MAs inget terus sama Cinta…!!” kata Cinta seraya berlari kecil masuk ke dalam kamarnya, sementara Aku hanya terbengong dan duduk kembali di kursi penuh penasaran apakah yang akan Cinta berikan untuku.

Selang beberapa saat Cinta kembali dengan kedua tangannya yang Ia sembunyikan di balik bdannya. Seperti ada sesuatu yang Ia simpan di kedua tangannya itu. “MAs pejamkan mata donks biar surprize,,!!” pinta Cinta manja seraya duduk kembali di sampingku. “Gak asik ah.. masa pake acara merem segala…??” Rengeku. “gak mau yaudah.. Cinta balikin Lagi Ne hadiahnya ke kamar..!!” Jawab Cinta mengancam. “Weistt, jangan-jangan…iya-iya mas mejem Ne…!!” jawabku seraya memejamkan mata. “janji iya gak usah banyak komentar tentang kadonya…??” sambut Cinta “siiipphh.. Janji…!!!”
Suasana menjadi hening seketika, fikiranku melayang bimbang penasaran tentang apa yang akan Ia berikan, bisa Aku rasakan hembusan Nafas  Cinta yang terdengar sangat tidak beraturan. Seperti menahan gejolak dalam deguban jantungnya. Hingga akhirnya sesuatu yang sangat lembut mnyentuh pipi kiriku dengan mesra dan penuh perasaan. Menyatukan perasanaan dalam pesona yang luar biasa. Aku tersentak terkejut seakan tak percaya , seketika itu juga Aku buka Mata dan sekujur tubuhku menjadi sangat lemah tak berdaya. bisa Aku rasakan detak jantungku hingga ke ujung jari kakiku. Kembali Aku tatap Cinta yang hanya tersenyum mesra. Tak ada kata yang mampu aku ucapkan. Sungguh ini adalah sesuatu yagng pertama kali Aku rasakan dalam hidupku. Dunia terasa berputar mengejeku dengan tertawa riang.

Aku berjalan terhuyung-huyung keluar dari rumah cinta.Aku berusaha bertahan dari kebahagiaan yang hampir saja membuatku pingsan. Badanku terasa sangat lemas tak berdaya. Tak hentinya Aku terus tersenyum mendekati sepeda motorku yang terparkir di halaman rumah Cinta. Aku lirik Lagi Raut wajah cinta saat motorku Aku hidupkan. Saat konsentrasiku tertuju pada Cinta, Aku di kejutkan dengan kodok yang melompat ke arahku. Hingga ide gila merasuki fikiranku saat Aku lihat kodok itu Aaku ambil kodok itu dan Aku katakan pada Cinta “ini ungkapan terimakasih Mas untuk semangat malam ini… Mmmmuuaaccchhh….!!!!” Aku berikan kodok itu sebuah kecupan hingga kodok itu melompat ketakutan dari genggamanku.. aku terkejut hingga langkahku harus mundur beberapa langkah kebelakang, dan sebuah bongkahan batu menghilangkan keseimbanganku hingga terjatuh.
Aku tersadar dari jatuhku dan aku pehatikan sekelilingku, ternyata aku terjatuh dari tempat tidur bkan DI TEMPAT YANG BARU SAJA AKU RASAKAN, tak ada kodok tapi semua yang aku alami hanyalah mimpi yang jauh dari kenyataan, aku perhatikan lagi sekelilingku yang ternyata hanyalah di ruang kamar. aku lirik jam di lokerku yang ternyata sudah menunjukan pukul 10 siang.  2 jam aku terdidur lagi dengan mimpi yang mungkin indah .. hahaha semua itu ternyata hanyaaaaaaa…. Mmmiiiiiimmmmppppiiiiiiii…………!!!!!!!! Kwkkwkwkwkwkwkwk
23.52   Posted by Unknown with No comments

0 komentar:

Posting Komentar

Bookmark Us

Delicious Digg Facebook Favorites More Stumbleupon Twitter

Search